Serumpun, but different lingo


Unspun readers who liked the previous posting on the pecularities of the Malaysian language (at least in hospitals) may find this fascinating – an Indonesian-Malaysian dictionary produced by the Indonesian Embassy in Kuala Lumpur to help promote understanding between both countries.

Can’t wait to see what the definition of words like “batik” is like. The Embassy is printing 10,000 copies. If anyone has a spare copy please forward it to Unspun.

This from the Indonesian Foreign Ministry’s website:

KBRI Kuala Lumpur Edarkan 10.000 Eksemplar Kamus Indonesia-Malaysia

Rabu, 04 Nopember 2009

Pada cetakan pertama yang berisi 4.700 entri ini KBRI Kuala Lumpur telah mencetak sebanyak 10.000 eksemplar untuk dibagikan gratis kepada masyarakat Indonesia di Malaysia. Adapun pembiayaan untuk pencetakan kamus ini ditanggung seluruhnya oleh sponsor dari perusahaan lokal sehingga KBRI Kuala Lumpur sama sekali tidak mengeluarkan biaya.
Kamus saku Bahasa Malaysia – Indonesia – Inggris ini, bertujuan untuk dapat menjembatani perbedaan arti bahasa ini, sehingga miskomunikasi dapat terhindar. Sejauh ini belum ada penerbit resmi yang menerbitkan kamus Bahasa Malaysia – Indonesia – Inggris, untuk itu diharapkan kamus ini dapat menjadi langkah awal menambah khazanah kamus-kamus yang telah ada.
Kamus Bahasa Malaysia-Indonesia
Sebanyak 10.000 eksemplar Kamus Saku Indonesia-Malaysia dengan tebal 25 halaman diterbitkan oleh KBRI Kuala Lumpur pada 2 November 2009. Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang memiliki hubungan yang telah terjalin sejak lama. Kedua negara dikenal sebagai negara serumpun karena memiliki berbagai kesamaan akar budaya, sejarah kerajaan, agama bahkan keturunan yang sama. Kesamaan tersebut menyebabkan warga Indonesia merasa tidak asing lagi berada di Malaysia. Namun demikian, ditengah kesamaan tersebut terdapat berbagai perbedaan pula. Salah satunya adalah bahasa.
Walaupun memiliki akar bahasa yang sama yaitu Melayu, bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia memiliki perbedaan. Sebuah kata dalam bahasa Indonesia bisa memiliki arti yang sangat berbeda dalam bahasa Malaysia, dan apabila tidak dimengerti, dapat menimbulkan perbedaan pemahaman ataupun miskomunikasi. Sebagai contoh kata ‘jemput’ dalam bahasa Indonesia, tidak memiliki arti yang sama dalam bahasa Malaysia. ‘Jemput’ dalam bahasa Malaysia berarti ‘undang’. Contoh-contoh lainnya adalah kata ‘kereta’ dalam bahasa Malaysia berarti ‘mobil’ dan ‘belanja’ dalam bahasa Malaysia berarti ‘mentraktir’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s