Whenever we conduct media training for executives we tell them to never say “No Comment.”

The reason is simple. Whenever someone says “No Comment” the reporters and very often their readers automatically think that you have something to hide, or that you are trying to evade having to make a denial.

In the story below one of Indonesia’s richest men, Chairul Tanjung, is confronted by reporters about rumors that French retail giant Carrefour is likely to pull out of Indonesia and in that eventuality he may have to take over the entire equity of Carrefour here.

Tanjung’s response? “No Comment.” Now, what do you suppose he means by that?

CARREFOUR TINGGALKAN INDONESIA: Duh…Chairul Tanjung Irit Komentar | kabar24.com.

Linda T Silitonga

JAKARTA—Pemilik CT Corp Chairul Tanjung mau angkat bicara soal rumor kemungkinan peritel asal Prancis Carrefour meningggalkan Indonesia.

Chairul  hanya mengatakan jangan membicarakan soal mungkin atau tidak mungkin Carrefour meninggalkan Indonesia.

Entah apa makna yang tersirat dari kalimat yang terlontar dari pengusaha dengan tubuh tinggi besar tersebut.

“Jangan bicara soal mungkin, tak mungkin,” kata Chairul  ketika ditanyakan soal kemungkinan Carrefour hengkang dari Indonesia di bandara Halim Perdanakusuma, sesaat sebelum CT  meninggalkan Indonesia menuju Mongolia dan Rusia bersama rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (5/9).

Ketika ditanyakan apakah CT berminat  untuk menguasai 100% Carrefour jika rumor tersebut benar terjadi, dia tidak berkenan menjawabnya.

Begitu juga saat ditanyakan apakah Carrefour yang menjadi peritel raksasa 5 teratas dunia punya keinginan pergi dari Indonesia, Chairul juga tidak berkenan menjawabnya.

“No comment dulu,” kata Chairul,  lalu segera berlalu.

Seperti diketahui pemilik CT Corp, Chairul Tanjung berpeluang menambah porsi kepemilikan di PT Carrefour Indonesia, jika prinsipalnya melepas saham seperti dilakukan di Yunani.

Pelepasan saham Carrefour di Yunani dilakukan menyusul langkah penyehatan neraca keuangan jaringan hipermarketnya di Eropa yang membutuhkan pembiayaan sekitar 3 miliar euro.

Sebelumnya terbetik kabar Carrefour akan menutup dua gerainya di Singapura akhir tahun ini dan mungkin melakukan hal serupa di Polandia dan Turki. (JIBI/nj)