These and other interesting questions are being raised in Politikana.com about Malaysian terrorist noordin M. Top and the Malaysian government in the aftermath of the jakarta bmobings.
Among other questions being raised in this article are:
1. How can Malaysian Foreign Minister play down the possibility that Noordin M. Top’s probable involvement in the Jakarta bombings?
2. Why doesn’t Noordin bomb Genting Highlands, surely a symbol of gambling and things haram?
3. How is it that Malaysia can be safer, given that its hotels do not have the type of security measure that Indonesia has?
4. Why doesn’t the Malaysian government not produce a relative of Noordin to beseech him to stop his terrorizing of Malaysia?
Unspun thinks that some of the questions have merit while others are quite of the mark, but they provide interesting insights of opinions that shape the perception of Malaysia among indonesians, nonetheless.
Kenapa Noordin M.Top Tidak MEMBOM Kuala Lumpur? 5
2 jam yang lalu
Kemarin diskusi ditanya kenapa Noordin M. Top tidak pernah membom Kuala Lumpur? Tentu saja, aku tidak tahu jawabannya, tetapi yang menarik, pertanyaan semacam itu sudah memenuhi benak banyak orang di Indonesia. Apakah dia takut bom itu terkena bapak dan ibunya, atau terkena sanak keluarga dekatnya, atau tetangganya? Kalau soal “maksiat” bukankah ada tempat “maksiat” yang benar-benar nyata yaitu lokalisasi perjudian di Genting Highland yang nampak megah ketika malam dari Kuala Lumpur, apakah itu tempat perjudian yang “halal” untuk Noordin M.Top?
Aku cuma bisa cerita beberapa kali ke Twin Tower Kuala Lumpur, juga ke hotel-hotel di Kualalumpur, tak pernah ransel dan tasku diperiksa, sangat dan teramat longgar. Terakhir menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2009, aku diundang TV Al Jazeera, menginap di Nikko Hotel Kualalumpur, lalu rekaman di lantai 60an Twin Tower Kualalumpur, juga tak ada sedikitpun tas dan ranselku dibuka dan diperiksa pihak keamanan Nikko Hotel maupun Twin Tower. Kalau melihat CCTV JW Marriot dan Ritz Calrton pas pelaku peledakan chek-in sungguh sangat luarbiasa berlapisnya, ada sekuriti dengan “pentung pengaman” (entah apa namanya?) juga ada pintu sekuriti, serta ada penggeledahan. Artinya, Twin Tower dan Nikko Hotel Kuala Lumpur adalah soft-target dan high-profile untuk teroris sekelas Noordin M. Top, bukan?
Read rest of story here
Leave a comment